Inilah Jenis-Jenis Inkontinensia Urin dan Gejala yang Terjadi

Inilah Jenis-Jenis Inkontinensia Urin dan Gejala yang Terjadi

Anda sering buang air kecil? Anda harus berhati-hati karena inkontinensia urine dapat menjadi penyebab sering buang air kecil. Inkontinensia urine akan membuat seseorang kehilangan kendali atas pengeluaran urine. Hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ada beberapa jenis inkontinensia urin yang berbeda, yang semuanya memiliki gejala dan penyebab yang berbeda pula.

Inkontinensia Urin Stres

Inkontinensia urin stres adalah jenis inkontinensia urin yang paling umum. Kondisi ini terjadi ketika tekanan pada kandung kemih dan saluran kemih meningkat, seperti ketika seseorang batuk, tertawa, atau mengangkat benda berat. Gejala-gejala yang sering terjadi pada jenis inkontinensia urin ini meliputi kebocoran urine saat melakukan aktivitas seperti itu.

Inkontinensia Urin Urgensi

Inkontinensia urin urgensi terjadi ketika seseorang memiliki keinginan mendesak untuk buang air kecil yang tidak dapat ditahan. Ini bisa terjadi pada waktu-waktu yang tidak diharapkan, bahkan ketika seseorang sedang berada di luar rumah. Gejala yang sering terjadi pada jenis inkontinensia urin ini meliputi kebocoran urine atau bahkan kehilangan urine secara total.

Inkontinensia Urin Campuran

Inkontinensia urin campuran adalah kombinasi dari inkontinensia urin stres dan urgensi. Gejala-gejala pada jenis inkontinensia urin ini adalah kebocoran urine pada saat tekanan meningkat pada kandung kemih, seperti ketika batuk atau tertawa, serta kehilangan kontrol atas buang air kecil karena keinginan mendesak.

Inkontinensia Urin Fungsional

Inkontinensia urin fungsional terjadi ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk mengendalikan buang air kecil karena masalah fisik atau kognitif. Ini bisa terjadi pada orang yang cacat, orang yang sedang sakit, atau orang yang mengalami gangguan kognitif, seperti demensia. Gejala-gejala pada jenis inkontinensia urin ini bisa berupa kebocoran urine secara tidak terduga atau kehilangan kontrol total atas buang air kecil.

Inkontinensia Urin Refleks

Inkontinensia urin refleks terjadi ketika seseorang kehilangan kontrol atas buang air kecil karena gangguan pada sistem saraf. Kondisi ini dapat disebabkan oleh cedera tulang belakang, multiple sclerosis, atau kondisi medis lainnya yang mempengaruhi sistem saraf. Gejala-gejala pada jenis inkontinensia urin ini meliputi kehilangan kontrol atas buang air kecil dan kebocoran urine secara terus-menerus.

Itulah beberapa jenis inkontinensia urin yang perlu anda ketahui. Pengobatan untuk inkontinensia urin sendiri bervariasi tergantung pada jenisnya dan penyebabnya. Beberapa pengobatan yang dapat membantu termasuk latihan kandung kemih, penggunaan alat bantu seperti incontinence pads, pengobatan obat-obatan, atau bahkan operasi. Terapi fisik dan terapi perilaku juga dapat membantu mengurangi kejadian inkontinensia urin dan meningkatkan kontrol kandung kemih.

Penting untuk mencari bantuan medis jika seseorang mengalami inkontinensia urin. Dokter atau tenaga medis dapat membantu mendiagnosis jenis inkontinensia urin yang dialami dan memberikan saran tentang pengobatan yang tepat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *