Inilah Beberapa Gejala Umum Pada Inkontinensia Urine

Inilah Beberapa Gejala Umum Pada Inkontinensia Urine

Inkontinensia urine adalah kondisi medis yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk mengontrol keluarnya urine dari saluran kemih. Ini berarti seseorang dengan inkontinensia urine mengalami kebocoran urine secara tidak terkendali. Inkontinensia urine bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita, dan di segala usia.

Inkontinensia urine ini dapat mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang karena akan membuat orang tersebut akan mudah sekali merasa ingin buang air. Gejala inkontinensia urine bervariasi dan bisa berbeda-beda pada setiap individu, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering terkait dengan inkontinensia urine:

Kebocoran Urine

Kebocoran urine adalah gejala utama dari inkontinensia urine. Hal ini terjadi ketika urine keluar tanpa kontrol, biasanya ketika batang kemaluan atau otot panggul melemah. Kebocoran urine dapat terjadi secara terus-menerus atau hanya terjadi pada saat tertentu, seperti saat batuk atau tertawa.

Sering Buang Air Kecil

Seseorang dengan inkontinensia urine mungkin merasa perlu buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Hal ini dapat terjadi karena kandung kemih menjadi lebih sensitif atau karena kandung kemih tidak bisa menampung banyak urine karena melemahnya otot panggul.

Sulit Menahan Urine

Seseorang dengan inkontinensia urine mungkin sulit menahan urine, bahkan ketika merasa perlu buang air kecil. Hal ini dapat terjadi karena kandung kemih yang terlalu penuh atau karena otot panggul yang melemah.

Urgensi Buang Air Kecil

Urgensi buang air kecil adalah perasaan tiba-tiba dan kuat untuk buang air kecil, yang sulit ditahan. Hal ini dapat terjadi pada orang dengan inkontinensia urine, bahkan ketika kandung kemih belum terisi sepenuhnya.

Mengalami Infeksi Saluran Kemih

Seseorang dengan inkontinensia urine mungkin lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih karena urine yang tidak terkendali dapat memicu infeksi.

Peningkatan Kecemasan dan Stres

Inkontinensia urine dapat mempengaruhi kepercayaan diri seseorang dan menyebabkan peningkatan kecemasan dan stres. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

Jika Anda mengalami gejala inkontinensia urine, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan tes urine untuk memastikan diagnosis dan merekomendasikan perawatan yang sesuai. Beberapa bentuk pengobatan yang dapat direkomendasikan oleh dokter meliputi latihan otot panggul, obat-obatan, atau terapi fisik. Dengan penanganan yang tepat, inkontinensia urine pada lansia dan siapa saja dapat dikendalikan dan kualitas hidup akan bisa meningkat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *